Foto: Kiug

Dampak Keseringan Makan Mi Instan

Mi instan adalah godaan terbesar pria abad kini selain harta, tahta dan wanita :D Godaannya terlalu berat untuk dihadapi, apalagi kalau cuaca sedang lagi dingin-dinginnya. Semangkuk mi hangat, ditambah telur dan irisan cabe, potongan daging, plus mungkin sedikit sayuran, dan dengan bau harumnya yang khas, membuat makanan ini sangat sulit untuk ditolak. Belum lagi penyajiannya yang sangat mudah dan cepat. Padahal, kalau keseringan makan mi instan, dampaknya jelas tidak baik buat kesehatan.

Seberapa sering seseorang boleh mengkonsumsi mi instan? Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition pada bulan Agustus 2014 lalu yang dikepalai oleh Hyun Joon Shin, MD, kebiasaan mengkonsumsi mi instan dua kali (atau lebih) dalam seminggu memiliki kaitan dengan sindrom kardiometabolik. Kondisi ini bisa menyebabkan pelakunya berisiko lebih tinggi terserang penyakit jantung, diabetes dan stroke.

“Penelitian ini penting karena banyak orang mengkonsumsi mi instan tanpa mengetahui risikonya terhadap kesehatan,” kata Dr. Shin seperti dilansir oleh ScienceDaily.

“Saya berharap studi ini bisa menjadi landasan untuk penelitian di masa mendatang mengenai dampak kesehatan yang diakibatkan konsumsi mi instan,” lanjutnya.

Foto: patchow

Foto: patchow

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Braden Kuo, seorang spesialis kesehatan pencernaan dari Massachusetts General Hospital di Boston, di awal-awal tahun 2014. Ia menggunakan kamera yang sangat kecil untuk membandingkan aktivitas pencernaan mi ramen instan dengan mi ramen buatan sendiri.

Hasilnya? Menurut Kuo, sebagaimana dilansir DailyMail, yang paling menarik dari eksperimen tersebut adalah mi instan ramen lebih sulit dipecah oleh usus ketimbang mi ramen buatan sendiri.

Nah, maka dari itu mulai sekarang lebih baik batasi konsumsi mi instan. Beralihlah ke makanan yang menyehatkan. Misalnya, semangkuk sop hangat. Selain nikmat, tubuh juga terhindar dari risiko penyakit berat.

Featured image: Kiug

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>